Sejarah CU Sauan Sibarrung
CU Sauan Sibarrung sebagai sebuah lembaga pemberdayaan hadir sebagai wujud keprihatinan dan sikap Gereja Katolik terhadap masalah-masalah sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat. Melalui Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Makassar terus mengembangkan dan menggiatkan pemberdayaan dengan program pendampingan kepada lembaga-lembaga keuangan mikro seperti Koperasi dan Credit Union. Sejak 1 September 2006, Komisi PSE KAMS secara aktif melakukan program pendampingan LKM yang ditindaklanjuti dalam beberapa tahap. Pada tahap awal, dilaksanakan pendampingan melalui pendidikan dan pelatihan. Komisi PSE KAMS telah mengadakan beberapa kali sosialisasi dan pendidikan motivasi CU dan Koperasi dibeberapa paroki. Dalam perkembangannya, beberapa paroki di Regio Toraja menanggapi secara positif ide pemberdayaan melalui gerakan CU. Setelah melalui beberapa kali pendidikan motivasi dan pertemuan, maka disepakati untuk menyelenggarakan "Lokakarya Strategic Planning CU" untuk pendirian sebuah CU di Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang berlangsung dari tanggal 4-8 Desember 2006 di Makale, Tana Toraja. Kegiatan ini difasilitasi oleh Ketua Komisi PSE KAMS, P.Fredy Rante Taruk, Pr bersama dengan 4 fasilitator dari BK3D Kalimantan, yakni Bapak A.R Mecer (Ketua BK3D Kalimantan), Bapak Frans Laten (Manager BK3D Kalimantan), Bapak Masiun (Deputi POR Pancur Kasih) dan Bapak Eduard Susanto (Staf POR Pancur Kasih). Kegiatan Lokakarya ini dihadiri oleh 83 peserta dari Paroki Makale, Rantetayo, Rantepao, Nonongan, Nanggala, Deri, Pangli, Tombanglambe, Mengkendek, dan Bone-Bone. Peserta lokakarya akhirnya bersama-sama sepakat mendeklarasikan berdirinya sebuah CU yakni CU Sauan Sibarrung pada tanggal 7 Desember 2006.